Perusahaan perkebunan karet

Dosen pengampu ibu purwati Widiastuti

Holding BUMN perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) akan meningkatkan produktivitas. Peningkatan ini salah satunya dengan mengkonversi sejumlah lahan yang tidak produktif menjadi lahan tebu. Direktur Utama PTPN III mengungkapkan, setidaknya akan ada 8.200 hektare (ha) lahan dari beberapa anak usahanya yang akan dikonversi menjadi lahan tebu. 7.000 hektare lahan PTPN XII dan 1.200 hektar di PTPN IX, sebelumnya lahan karet menjadi lahan tebu.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga produktivitas perusaahan dalam hal produksi gula, mengingat saat ini dari seluruh pabrik gula yang dikelolanya saat ini, 90 persen tergantung pada petani tebu. Serta untuk mengurangi ketergantungan kepada petani.

PT Perkebunan Nusantara I

PT Perkebunan Nusantara I telah melakukan konversi tanaman karet ke tanaman kelapa sawit di beberapa unit kebun. Saat ini, pengelolaan tanaman karet berada di kebun Karang Inong (pola kerjasama operasional) dan Kebun Julok Rayeuk Utara.

PT Perkebunan Nusantara III

Di seantero dunia, Sumatera dikenal sebagai penghasil karet bermutu tinggi, lebih dari 38,000 hektar lahan karet PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) diusahakan untuk menghasilkan karet kualitas terbaik di dunia. Mutu produk RSS-1, SIR-10, SIR-20 dan Lateks Pekat mampu menembus pasar Internasional, disejumlah pabrik ban terbesar seperti Bridgestone, Good Year, Firestone, Han Kook dan lainnya.

PT Perkebunan Nusantara V

Hasil produksi kebun karet Perseroan diolah di Pabrik Karet Remah menjadi SIR 10 dan SIR 20. Seperti halnya produk minyak sawit, mutu produk yang dihasilkan harus sesuai dengan standar nasional maupun internasional agar dapat diterima pasar di dalam negeri dan luar negeri. Perusahaan  juga memiliki kebun inti karet dengan total luas areal 8.184 ha dengan komposisi TM seluas 5.215 ha, TBM seluas 2.898 ha, TB/TU/TK seluas 68 ha dan bibitan seluas 3 ha.

PT Perkebunan Nusantara VI

Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, karet, dan teh.Perusahaan ini mengelola lahan perkebunan seluas 90.122,14 hektar dengan komposisi 65,76% kebun plasma dan 34,24% kebun Inti.

PT Perkebunan Nusantara VII

Produksi karet dari PTPN VII dipasarkan ke konsumen di dalam negeri dan juga diekspor ke mancanegara melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (Persero), yaitu perusahaan BUMN yang merupakan anak perusahaan dari seluruh perusahaan perkebunan nasional di Indonesia. Tujuan utama ekspor komoditas karet PTPN VII yaitu RRC, Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa, Argentina, serta Turki. Produksi SIR 20 di PTPN VII seluruhnya telah memenuhi persyaratan standar mutu internasional, dan ditangani oleh tenaga-tenaga yang muda dan profesional serta berkompeten di bidangnya. PTPN VII mengelola 14 unit usaha komoditas karet, yaitu :

  • Distrik Way Sekampung :

Unit Usaha Kedaton. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk RSS (Ribbed Smoked Sheet) dengan kapasitas 10 ton karet kering per hari.

Unit Usaha Way Berulu. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk SIR 3L (SIR – Standard Indonesian Rubber) dengan kapasitas 30 ton karet kering per hari.

Unit Usaha Pematang Kiwah. Unit usaha ini tidak memiliki kebun budidaya, namun hanya memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk SIR 20. Bahan baku dari pabrik ini diperoleh dari kebun-kebun yang berada dalam wilayah kerja distrik yang sama serta membeli dari petani karet di sekitar pabrik. Pabrik ini memiliki kapasitas 40 ton karet kering per hari.

Unit Usaha Way Lima. Unit usaha ini hanya memiliki kebun budidaya karet yang hasil produksinya dikirimkan ke Unit Usaha Kedaton, Unit Usaha Way Berulu, dan Unit Usaha Pematang Kiwah.

Unit Usaha Bergen. Unit usaha ini hanya memiliki kebun budidaya karet yang hasil produksinya dikirimkan ke Unit Usaha Kedaton, Unit Usaha Way Berulu, dan Unit Usaha Pematang Kiwah.

Unit Usaha Trikora. Unit usaha ini hanya memiliki kebun budidaya karet yang hasil produksinya dikirimkan ke Unit Usaha Kedaton, Unit Usaha Way Berulu, dan Unit Usaha Pematang Kiwah.

  • Distrik Way Seputih :

Unit Usaha Tulungbuyut. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk RSS (Ribbed Smoked Sheet) dengan kapasitas 10 ton karet kering per hari, serta produk SIR 20 dengan kapasitas 40 ton karet kering per hari.

  • Distrik Bayuasin :

Unit Usaha Tebenan. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk SIR 20 dengan kapasitas 40 ton karet kering per hari.

Unit Usaha Musi Landas. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk RSS (Ribbed Smoked Sheet) dengan kapasitas 10 ton karet kering per hari.

  • Distrik Muara Enim :

Unit Usaha Beringin. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk SIR 3L (SIR – Standard Indonesian Rubber) dengan kapasitas 30 ton karet kering per hari.

Unit Usaha Baturaja. Unit usaha ini tidak memiliki kebun budidaya, namun hanya memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk SIR 20. Bahan baku dari pabrik ini diperoleh dari Unit Usaha Beringin dan Unit Usaha Senabing serta membeli dari petani karet di sekitar pabrik. Pabrik ini memiliki kapasitas 40 ton karet kering per hari.

Unit Usaha Senabing. Unit usaha ini hanya memiliki kebun budidaya karet yang hasil produksinya dikirimkan ke Unit Usaha Beringin.

  • Distrik Bengkulu

Unit Usaha Padang Pelawi. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk SIR 20 dengan kapasitas 40 ton karet kering per hari.

Unit Usaha Ketahun. Unit usaha ini merupakan unit budidaya tanaman karet dan memiliki pabrik pengolahan karet yang menghasilkan produk RSS (Ribbed Smoked Sheet) dengan kapasitas 10 ton karet kering per hari.

PT Perkebunan Nusantara VIII

Tanaman karet yang dikelola PTPN VIII seluas 25.536 Ha tersebar di 14 kebun. Jumlah pabrik yang menghasilkan RSS ada 13 pabrik dengan 2 TPC, 3 concentrated latex, dengan kapasita terpasang 35.750 ton. Produksi karet yang dipasarkan dalam negeri adalah 80 % sedangkan sisanya sebesar 20 % di ekspor ke Asia, Eropa dan Amerika.

PT Perkebunan Nusantara IX

  • Kebun warnasari
  • Kebun Kawung
  • Kebun Krumput
  • Kebun Bimbing
  • Kebun Jolotigo
  • Kebun Siluwok
  • Kebun Sukamangli
  • Kebun Merbuh
  • Kebun Ngobo
  • Kebun Getas
  • Kebun Batujamus
  • Kebun Balong

PT Perkebunan Nusantara XII

  • Kebun Banjarsari adalah salah satu kebun andalan PTPN XII dalam meningkatkan produksi karet, dimana komoditas tersebut tahun ini tetap penyumbang pendapatan tertinggi bagi perusahaan.
  • Kebun Pancursari, tanaman karet bakal menjadi komoditas andalan Kebun Pancursari pada tahun-tahun mendatang. Areal karet di kebun tersebut mencapai 1.187 ha berupa TBM 5 (tanaman belum menghasilkan berumur 5 tahun) dan TTAD (tanaman tahun akan datang), dan direncanakan bertambah menjadi 1.445,95 ha. Jarak tanam karet 3 m x 6 m dengan populasi 555 pohon per ha.

PT Perkebunan Nusantara XIII

karet ptpn xiii.png

PT Perkebunan Nusantara XIV

PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) memiliki 2 Unit Kebun Karet, yaitu Unit Kebun Awaya/Telpaputih di Pulau Seram, Provinsi Maluku dan Unit Kebun Beteleme di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah, dengan hasil produk Karet Kering (SIR-20 dan Brown Crepe).

Perusahaan perkebunan kelapa sawit

Dosen pengampu ibu purwati Widiastuti

Usaha perkebunan kelapa sawit menjadi pilihan usaha yang menjanjikan. Di Indonesia aja ada banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi. Gak sedikit pula yang di antaranya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan terbuka.

Walaupun harga crude palm oil (CPO) fluktuatif, permintaan terhadap minyak kelapa sawit masih terbilang tinggi. Buktinya aja berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, sejumlah negara mengimpor minyak kelapa sawit Indonesia dalam jumlah besar.

Negara-negara yang menjalin hubungan dagang minyak kelapa sawit di antaranya India, Singapura, Malaysia, China, Vietnam, Pakistan, Mesir, Italia, Belanda, dan masih banyak lagi. Dengan banyak permintaan tersebut, gak mengherankan kalau banyak lahan perkebunan kelapa sawit dibuka di Indonesia.Sebagaimana data yang dipaparkan BPS pada 2017, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia rata-rata di atas satu juta hektare. Lahan-lahan perkebunan kelapa sawit ini tersebar di Sumatera dan Kalimantan.

Di Kalimantan hampir semua wilayahnya menjadi perkebunan kelapa sawit. Kalimantan Barat tercatat punya lahan perkebunan terluas yang mencapai 1,50 juta hektare. Di Kalimantan Tengah luas lahannya mencapai 1,36 juta hektare dan di Kalimantan Timur luas lahannya 1,05 juta hektare.

Begitu pun dengan Pulau Sumatera yang mayoritas wilayahnya ditanami pohon kelapa sawit. Ada beberapa wilayah perkebunan kelapa sawit di Sumatera dengan luas di atas satu juta hektare, yaitu Riau seluas 2,26 juta hektare, Sumatera Utara seluas 1,35 juta hektare, dan Sumatera Selatan seluas 1,02 juta hektare.

Dengan banyaknya dan luasnya lahan perkebunan kelapa sawit, perusahaan-perusahaan mana aja yang menjadi pemilik lahan tersebut? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

Kelapa Sawit adalah salah satu jenis tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini dibudidayakan secara luas dan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Kelapa sawit menjadi bahan baku untuk banyak produk yang beredar di pasaran, jadi tidak mengherankan jika permintaan akan komoditas ini bertambah setiap tahunnya.

Sawit sepertinya sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Tapi tak banyak yang tahu bahwa banyak kebutuhan sehari-hari manusia yang ternyata berbahan baku dari kelapa sawit. Apa saja bahan olahan dari tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia Ini? Berikut jawabannya.

1. Minyak Goreng

Sudah bukan rahasia jika minyak goreng adalah salah satu produk yang berasal dari palm tree. Manusia menggunakan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhannya siang dan malam. Minyak goreng juga merupakan salah satu olahan turunan dari sawit yang paling banyak digunakan di dunia. Minyak goreng digunakan untuk rumahan, restoran bahkan pabrik-pabrik yang memproduksi bahan makanan lainnya.

2. Produk Kosmetik

Siapa yang sangka bahwa produk kecantikan yang dipakai wanita juga sebagian besar menggunakan sawit sebagai bahan bakunya. Sabun kecantikan salah satunya. Selain itu lotion dan krim untuk wajah juga menggunakan tanaman ini sebagai bahan bakunya. Produk-produk ini menggunakan bahan baku dari palm tree karena dinilai baik dan bagus untuk manusia.

3. Biodiesel

Diesel dan alat-alat berat memerlukan bahan bakar yang menghasilkan tenaga yang lebih besar seperti biodiesel. Biodiesel sendiri terbuat dari sawit yang mungkin telah dipakai hampir seluruh masyarakat di dunia. Biodiesel dari bahan baku ini dinilai lebih baik karena ramah lingkungan.

4. Mentega

Sering menikmati sarapan pagi dengan roti dan mentega? Tapi tahukah Anda bahwa mentega sebenarnya terbuat dari bahan baku sawit? Ya, mentega adalah salah satu olahan turunan yang menggunakan palm oilsebagai salah satu bahan bakunya.

5. Pomade

Mereka yang tampil dengan rambut bergaya trendy mungkin tak tahu bahwa pomade yang dipakai sehari-hari terbuat dari bahan baku sawit.

6. Pasta Gigi

Berterima kasihlah kepada tanaman ini karena berkat dialah Anda bisa menyikat gigi dengan bersih setiap hari. Ya, sawit adalah salah satu bahan baku yang digunakan untuk menciptakan pasta gigi yang digunakan sehari-hari.

7. Minyak Pelumas

Banyak mesin-mesin yang menggunakan pelumas untuk melancarkan kinerja mesin-mesinnya. Pelumas yang berguna ini ternyata juga terbuat dari bahan baku palm oil tentunya.

8. Bahan Pembuat Cat

Beragam cat, mulai dari cat tembok, cat mobil hingga vernis ternyata juga terbuat dari bahan baku sawit. Itu kenapa peranan sawit sangat besar di industri cat dan yang melingkupinya.

9. Dempul

Siapa yang menyangka ternyata dempul yang digunakan untuk memperbaiki permukaan besi, plastik, kayu dan lain-lain ternyata bahan bakunya juga terbuat dari bahan yang sama dengan bahan baku minyak goreng yaitu kelapa sawit.

10. Penguat Baja dan Besi

Tanaman ini ternyata juga berguna untuk melumasi baja dan besi agar tak mudah berkarat serta tak mudah korosi. Tanpanya, baja dan besi akan mudah berkarat dan tak tahan lama.

Q and A laporan keuangan

Dosen pengampu ibu purwati Widiastuti

1. apakah laporan keuangan ini sangat bermanfaat bagi perusahaan?

Jawaban:

Tentu saja sangat bermanfaat untuk meminalisir kegiatan keluar masuknya dana perusahaan .
Dan agar mengetahui pergerakan dari Perusahaan tersebut.
Dan mengetahui isi dari setiap yang dilaporkan

2. Pihak mana saja yang memerlukan laporan tersebut dan mengapa?

Jawaban:

Manajemen perusahaaan adalah orang terpenting yang sangat membutuhkan laporan keuangan. Dengan mengetahui laporan keuangan perusahaan, pihak manajeman dapat mengetahui dan memastikan bahwa semua proses telah berjalan dengan baik

3. Apa saja Prinsip dasar pelaporan dalam laporan keuangan?

Jawaban:

1. Basis akuntansi
2. Prinsip nilai historis
3. Prinsip realisasi
4. Prinsip substansi mengungguli bentuk formal
5. Prinsip periodisitas
6. Prinsip konsistensi
7. Prinsip pengungkapan lengkap
8. Prinsip penyajian wajar

4.Apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan keuangan?

Jawaban:

Bahasa Laporan Keuangan. …

Mata Uang Pelaporan. …

Pencatatan transaksi harus selalu dilakukan (update) …

Tidak mencampur keuangan  perusahaan dengan keuangan pribadi. …

5. kapan laporan keuangan dibuat?

Jawaban:

Laporan keuangan dibuat per periode berdasarkan ketentuan masing-masing perusahaan, per-tiga bulan (triwulan) atau per-enam bulan (semester), sedangkan untuk laporan keuangan yang dibuat per tahun merupakan laporan keuangan perusahaan selama periode satu tahun yang berakhir pada 31 Desember

6.Apa yang dimaksud dengan prinsip exception dalam laporan keuangan

Jawaban:

prinsip Exception merupakan kebijakan “dimana manajemen mencurahkan banyak waktu untuk menyelidiki hanya situasi di mana hasil aktual berbeda secara signifikan dari hasil yang direncanakan.

7.apa saja fungsi laporan keuangan? jelaskan.

Jawaban:

Kegunaan dari laporan keuangan adalah agar Anda dapat mengetahui dengan pasti kondisi keuangan perusahaan atau bisnis Anda. … Laporan ini merupakan laporan yang menunjukkan arus kas atau cash flow yang didapat atau dikeluarkan oleh perusahaan Anda dalam periode tertentu Apa hubungan antar Laporan keuangan, tolong dijelaskan

Jawaban:

Laporan keuangan saling berhubungan, hal ini dibuktikan dengan adanya urutan laporan keuangan. Seperti laporan perubahan modal yang menggunakan data laba dari laporan laba rugi, dan laporan posisi keuangan yang menggunakan data modal dari laporan perubahan modal.

8.apa perbedaan laporan laba rugi sigle step dan laporan laba rugi multiple step?

Jawaban:

laporan rugi laba single step penghasilan usaha dan di luar usaha disusun dalam satu kelompok, beban-beban usaha serta beban diluar usaha juga berada dalam satu kelompok. sehingga laba atau rugi bersih dihitung dengan cara total penghasilan dikurangi dengan total beban.

Sementara dalam laporan rugi laba multiple step baik penghasilan atau beban dipisah dengan cara lebih terperinci, antara penghasilan dan beban usaha dengan penghasilan dan beban diluar usaha

Ringkasan materi laporan keuangan

Dosen pengampu ibu purwati Widiastuti

Secara Umum

Laporan keuangan atau dalam bahasa inggris disebut financial statement merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan kegiatan transaksi keuangan dalam sebuah suatu perusahaan yang menggambarkan keadaan keuangan perusahaan itu di satu periode akuntansi serta merupakan gambaran umum tentang kinerja suatu perusahaan.

Adapun pendapat lain yang menyebutkan, bahwa laporan keuangan merupakan suatu produk akhir proses akuntansi dalam sebuah perusahaan pada satu periode tertentu di mana informasi di dalamnya adalah hasil pengumpulan sekaligus pengolahan data keuangan, dengan tujuan guna membantu perusahaan membuat keputusan atau kebijakan yang tepat.

Dalam penyusunan laporan keuangan ini memakai berbagai sumber data dalam pembuatannya. Seperti faktur, bon, nota kredit, laporan, bank dan lain sebagainya.

Dan dari sumber data tersebut nantinya akan dipakai untuk mengisi buku perkiraan serta sebagai bukti keabsahan transaksi.

Fungsi Laporan Keuangan

laporan keuangan laba rugi

Pada umumnya, fungsi daro laporan keuangan ini adalah sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam menilai keadaan keuangan perusahaan.

KARAKTERISTIK LAPORAN KEUANGAN
• Dapat dipahami
• Relevan
• Keandalan
• Netralitas
• Dapat diperbandingkan
• Penyajian yang wajar

PRINSIP DASAR PELAPORAN
• Konsep pertanggungjawaban harus digunakan
• Prinsip “Exception” seharusnya digunakan sebaik- baiknya
• Angka-angka dalam laporan sebaiknya ada
pembandingnya
• Laporan sebaiknya meliputi makin ke tingkat atas
makin berbentuk ringkasan.
• Laporan sebaiknya meliputi komentar dan
keterangan serta interpretasi yang baik dari
pembuat laporan

SYARAT KUALITATIF
• Dapat dipahami (understandability)
• Relavan (Relevance)
• Materialitas (Materiality)
• Kenadalan (Reliability)
• Penyajian yang jujur (Faithful representation)
• Substansi mengungguli bentuk (Substance over form)
• Netralitas (Neutrality)
• Pertimbangan sehat (Prudence)
• Kelengkapan (Completeness)
• Dapat dibandingkan (Comparability)